Begini Cara Menonaktifkan NPWP dan Mengaktifkannya Kembali

Anda adalah orang yang sudah tidak memiliki penghasilan. Sebelumnya, Anda berpenghasilan, membayar pajak (dipotong perusahaan bagi karyawan) dan melaporkan SPT Tahunan. Namun, dengan kondisi yang sekarang, Anda ingin terlepas dari kewajiban tersebut. Solusinya adalah dengan menonaktifkan NPWP. Simak penjelasannya.

Dalam aktivitas penonaktifan NPWP agar Wajib Pajak terlepas dari kewajiban perpajakannya (membayar dan melapor pajak terutang), kita mengenal istilah Wajib Pajak Non-Efektif.

Apa itu WP Non-Efektif?

Wajib Pajak Non-Efektif atau WP NE adalah status yang diberikan kepada WP tertentu dan untuk sementara dikecualikan dari pengawasan administrasi rutin, termasuk status WP penghasilan tertentu yang dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT (SE Dirjen Pajak Nomor SE-60/PJ/2013).

Sederhananya, WP NE adalah WP yang untuk jangka waktu sementara tidak aktif dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.

Penetapan WP NE dapat dilakukan berdasarkan permohonan WP sendiri atau secara jabatan. Penetapan secara jabatan dilakukan langsung oleh KPP tanpa permohonan WP karena beberapa alasan tertentu.

Salah satu kriteria WP di bawah ini harus terpenuhi jika mau menjadi WP NE:

  1. WP orang pribadi yang sudah tidak lagi menjalankan kegiatan usaha/pekerjaan bebas
  2. WP orang pribadi yang menjalankan kegiatan usaha/pekerjaan bebas, tetapi penghasilannya di bawah PTKP
  3. WP orang pribadi yang tinggal/berada di luar negeri lebih dari 183 hari dalam 12 bulan, dan tidak bermaksud meninggalkan Indonesia selamanya
  4. WP yang mengajukan penghapusan NPWP dan belum diputuskan
  5. WP yang tidak memenuhi syarat subjektif/objektif, tetapi NPWP-nya belum dihapus

Cara Menonaktifkan NPWP/Mengajukan Status WP NE (Permohonan WP Sendiri)

  1. Anda mengajukan permohonan penetapan WP NE dengan menggunakan Surat Pernyataan memenuhi kriteria WP NE (unduh disini)
  2. Anda melampirkan fotokopi KTP, fotokopi NPWP, dan surat keterangan yang menerangkan bahwa Anda saat ini sudah tidak bekerja/berpenghasilan minimal dari desa/kelurahan
  3. Permohonan diajukan langsung ke KPP. Untuk permohonan secara online (e-registration), fiturnya masih belum aktif.
Baca Juga :  Cara Update Data Wajib Pajak | Perubahan Data Wajib Pajak

Jangka waktu penyelesaian permohonan maksimal 5 hari kerja. Keputusannya dapat berupa: penetapan sebagai WP NE atau penolakan penetapan sebagai WP NE.

Bagi WP badan/perusahaan, fotokopi KTP menggunakan KTP direktur atau penanggung jawab perusahaan.

Keuntungan Status NPWP Non-Efektif

Jika NPWP Anda telah berstatus Non-Efektif, maka Anda tidak diwajibkan untuk membayar pajak dan melaporkan SPT Tahunan Anda, baik secara manual (mendatangi KPP) maupun online (e-filing).

Kerugian Status NPWP Non-Efektif

Dengan status NPWP NE, semua aktivitas perpajakan yang berhubungan dengan NPWP tidak akan terproses. Karena sistem pada KPP akan mendeteksi bahwa NPWP tersebut sedang tidak aktif/ tidak digunakan. Dalam kaitannya dengan aktivitas transaksi yang memerlukan NPWP aktif, maka status NPWP NE sangat merugikan bagi WP yang bersangkutan.

Cara Mengaktifkan Kembali NPWP Non-Efektif

Untuk mengaktifkan kembali NPWP yang sebelumnya berstatus NE, Anda hanya perlu membuat surat pernyataan untuk mengaktifkan kembali NPWP. Surat pernyataan tersebut tidak memiliki format baku, tetapi sekurang-kurangnya menjelaskan bahwa Anda sudah kembali melakukan aktivitas usaha/memiliki penghasilan di atas PTKP.  

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *