PPh Bagi Pegawai Baru? Begini Cara Menghitungnya

PPh Pegawai Baru

Anda baru saja diterima kerja di sebuah perusahaan dan merasa perlu untuk mengetahui penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) Anda. Namun, Anda bingung bagaimana cara menghitungnya.

Di sisi lain, perusahaan di mana Anda bekerjapun merasa kesulitan untuk menghitung PPh Anda. Pasalnya, Anda dan pegawai baru lainnya diterima kerja pada pertengahan tahun. Selain itu, kondisi tiap pegawai baru tersebut berbeda-beda.

Ada yang sejak awal tahun sudah memenuhi persyaratan subjektif. Artinya, pegawai tersebut sudah memenuhi kriteria sebagai Subjek Pajak Dalam Negeri (SPDN) sejak awal tahun. Ada pula yang baru menjadi SPDN setelah awal tahun atau pertengahan tahun. [Silakan baca panduan tentang Subjek Pajak dan Pengelompokannya].

Jika mengalami kondisi tersebut, Anda tidak perlu khawatir. Silakan baca dan pahami panduan ini sampai selesai.

Panduan ini ditulis untuk menjelaskan penghitungan PPh Pasal 21 bagi pegawai yang kewajiban pajak subjektifnya sebagai SPDN:

  1. sudah ada sejak awal tahun kalender, tetapi baru bekerja pada pertengahan tahun;
  2. dimulai setelah permulaan tahun pajak dan mulai bekerja pada tahun berjalan (pertengahan tahun).

Penghitungan PPh Pasal 21 bagi Pegawai yang Sudah Menjadi SPDN Sejak Awal Tahun, Tetapi Baru Bekerja pada Pertengahan Tahun

Penghitungan PPh ini ditujukan bagi pegawai baru yang sejak awal tahun sudah memenuhi syarat sebagai SPDN. Misalkan, ia memang sudah bertempat tinggal di Indonesia sebelum awal tahun berjalan. Atau pada tahun sebelumnya ia sudah berada di Indonesia lebih dari 183 hari.

Kondisi ini menjadikan penghitungan PPh yang berbeda dengan pegawai yang baru menjadi SPDN setelah awal tahun. Untuk memudahkan pemahaman Anda, simak ilustrasi berikut ini.

Tuan M (TK/0 dan ber-NPWP), yang bertempat tinggal di Indonesia sejak lahir, mulai bekerja sebagai pegawai tetap di PT Asik Banget pada 1 Agustus 2018. Ia memperoleh gaji sebesar Rp12.000.000,00/bulan. Ia membayar iuran pensiun sebesar Rp120.000 perbulan.

Penghitungan PPh 21-nya:

Gaji Sebulan

 

12.000.000

Pengurang:

 

 

  • Biaya Jabatan

5% x 12.000.000

 

          (Maksimal diperkenankan)

500.000

 

  • Iuran pensiun

 120.000+

     620.000-

Penghasilan neto sebulan

 

11.380.000

Penghasilan neto setahun

5    x   7.520.000

56.900.000

PTKP setahun (TK/0):

 

 

  • untuk WP sendiri

 

54.000.000-

Penghasilan Kena Pajak setahun

 

  2.900.000

PPh Pasal 21 setahun

5% x 2.900.000

     145.000

PPh Pasal 21 bulan Agustus

145.000 : 5

       29.000

Penghitungan PPh Pasal 21 bagi Pegawai yang Baru Menjadi SPDN dan Bekerja pada Pertengahan Tahun

Kondisi lain yang mungkin dihadapi perusahaan/pemberi kerja adalah ketika merekrut pegawai baru dengan status sebagai Subjek Pajak Luar Negeri (SPLN) pada awal tahun berjalan. Namun, sejak pegawai tersebut diterima bekerja di perusahaan, statusnya berubah menjadi SPDN karena pegawai tersebut berada di Indonesia lebih dari 183 hari atau berniat menjadi WNI.

Baca Juga :  Kenali PTKP Terbaru dan Perubahannya dari Tahun ke Tahun

Atas dasar hal tersebut, penghitungan PPh-nya menjadi berbeda dengan penghitungan yang dibahas sebelumnya berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Simak ilustrasi berikut ini.

Mr. Y, warga negara Brazil, mulai bekerja di PT Heboh Sekali pada 1 Agustus 2018. Ia bekerja di Indonesia s.d. Juli 2025. Ia belum menikah dan tidak memiliki tanggungan. Selama tahun 2018, ia memperoleh gaji sebesar Rp17.000.000,00.

Penghitungan PPh 21-nya:

Gaji sebulan

 

  17.000.000

Pengurang:

 

 

  • Biaya jabatan  

5% x 17.000.000

 

        (Maksimal diperkenankan)

 

       500.000-

Penghasilan neto sebulan

 

  16.500.000

Penghasilan neto 5 bulan (Agustus-Desember 2018)

5   x   16.500.000

  82.500.000

Penghasilan neto disetahunkan

12/5 x 82.500.000

198.000.000

PTKP (TK/0):

 

 

  • Untuk WP sendiri

 

  54.000.000-

Penghasilan Kena Pajak disetahunkan

 

144.000.000

PPh Pasal 21 disetahunkan:

 

 

  • 5%   x   50.000.000

  2.500.000

 

  • 15% x   94.000.000

14.100.000+

 

Jumlah

 

16.600.000

PPh Pasal 21 terutang untuk tahun 2018

5/12 x 16.600.000

  6.916.667

PPh Pasal 21 terutang sebulan

1/5   x   6.916.667

    1.383.333

Perbedaan Penghitungan

Berdasarkan PER-16/PJ/2016, terdapat perbedaan penghitungan PPh Pasal 21 terutang dari 2 kondisi di atas, yaitu sebagai berikut:

  • kondisi yang pertama, banyaknya bulan yang menjadi faktor pengali dalam menentukan penghasilan satu tahun dan faktor pembagi dalam menentukan PPh terutang tiap masa pajak adalah jumlah bulan yang tersisa dalam tahun kalender sejak yang bersangkutan mulai bekerja;
  • kondisi yang kedua, penghitungan PPh Pasal 21 terutang untuk bagian tahun pajak tersebut dihitung berdasarkan Penghasilan Kena Pajak yang disetahunkan, sebanding dengan jumlah bulan dalam bagian tahun pajak tersebut.

Demikian cara menghitung PPh bagi pegawai baru yang mulai bekerja pada pertengahan tahun. Baca juga panduan menghitung pajak atas pegawai/karyawan biasa dengan komponen penghasilan dan pengurang yang lebih lengkap.

Dasar hukum:

  • UU No. 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas UU No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan;
  • PER-43/PJ/2011 tentang Penentuan Subjek Pajak Dalam Negeri dan Subjek Pajak Luar Negeri;
  • PER-16/PJ/2016 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 21/26 sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa dan Kegiatan Orang Pribadi.
Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *